Pemimpin rombongan yaitu Suyanta, S.Ag, M.Pd menyatakan rasa senangnya bisa datang ke MAN 3. Sudah lama dirinya bersama rombongan yayasan ingin datang ke madrasah. Mengingat banyak hal yang bisa dipetik, terutama bagaimana MAN 3 Malang mengembangkan unit usaha yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan madrasah sehingga menjadi madrasah yang mandiri.
“Kami dari Yayasan Madani, Madani ini merupakan Pondok Pesantren Modern Yatim Dan Dhuafa Madania. Kami berasal dari semua golongan dan kami disini ingin anak-anak kami belajar tentang lingkungan disini,” kata Suyanta.
Adanya PSBB dengan berbagai unit usaha yang menaunginya tentu akan membuat Yayasan Madani kreatif untuk mengembangkan usaha yang ke depan akan bermanfaat untuk anak didiknya.
“Kami ingin siswa kami punya bekal,” lanjutnya.
Diterima oleh Wakil Kepala [Waka] bidang kurikulum, Waka bidang kesiswaan, dan tim penjaminan mutu madrasah. Yayasan Madani mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang kondisi di MAN 3 Malang. Termasuk bagaimana sistem kurikulum yang diterapkan beserta aturan kesiswaan yang ada.
]]>Dr Anas [memakai kopyah putih] aktif bercengkrama dengan kepala MAN 3 Malang dan unsur pimpinan madrasah.
MAN 3 Malang mendapatkan kunjungan dari sekolah Thailand. Tamu itu berasal dari Hatyaiwittayakarn School, Islamic Integrated Science School [IISS].
Rombongan yang diketuai oleh Br. Anas Saengaree ini datang ke MAN 3 Malang dengan tujuan untuk belajar tentang pengelolaan dan manajemen madrasah yang komplet dengan pendidikan ma’had. Termasuk bagaimana mengelola kurikulum madrasah agar saling berkesinambungan dengan kurikulum ma’had.
“Sekolah kami sangat mirip dengan disini, yaitu ada madrasah lengkap dengan boarding-nya, kami baru berdiri 10 tahun yang lalu. Kami saat ini memang sedang mencari pola pembinaan yang pas. Kami sudah berkeliling di berbagai madrasah di Indonesia dan Malaysia untuk melihat dari dekat bagaimana mereka melakukan pembinaan,” kata Anas membuka pembicaraan.
“Kami mempunyai 600 siswa, selama ini kami memang sudah belajar di Thailand, namun saya rasa pendidikan islam dengan model pesantren disana masih kurang dibandingkan di Indonesia. Di Bangkok sendiri sebenarnya juga sudah ada seperti sekolah dengan boarding. Namun, dimiliki oleh sekolah Kristen sehingga tidak pas diterapkan meski kami juga mengambil beberapa kebaikan dari sekolah di Bangkok itu,”
Diterima langsung oleh Kepala MAN 3 Malang, Dr. Hj. Binti Maqsudah M.Pd, MAN 3 Malang menjelaskan tentang sistem pembinaan di madrasah ini.
“Kurikulum dari madrasah ini disesuaikan dengan program pemerintah, sementara untuk Ma’had kami mendisain agar bisa membantu kurikulum yang ada di madrasah, namun kami juga memberikan materi tentang kajian kitab,” kata Ahmad Tohir Yoga M.Pd memberikan penjelasan mewakili kepala MAN 3.
“Di Ma’had memang belum semuanya tinggal, alias baru 50%, karena terbatasnya tempat. Selain pendidikan akademik islam ala pesantren dengan pengajaran kitab dan akhlak, kami juga mengajarkan kehidupan bermasyarakat, sehingga santri kami nantinya bisa langsung bermasyarakat apabila tidak lagi sekolah disini,”
Pertemuan yang dihelat selama tiga jam itu berlangsung dengan gayeng. Dr Anas dan rombongan juga melihat-lihat bagaimana kondisi ma’had dan kurikulum yang ada.
“Banyak hal yang kami dapat disini,” kata Anas yang mengaku juga sudah berkunjung di Al Izzah Batu dan SMA Lab Malang ini.
]]>Diikuti oleh 50 guru dan 40 siswa, MAN Wonosari melihat aktivitas pendidikan di MAN 3, Tatacara pengelolaan administrasi, hingga resep bagaimana mengelola Madrasah dengan mutu yang meningkat.
Berikut ini adalah foto-fotonya
Dalam kunjungan itu, ICT yang merupakan sekolah islam setingkat SMA di Thailand ini ingin belajar bagaimana pengelolaan Ma’had yang ada di MAN 3, tentang kurikulum serta bagaimana hubungannya dengan prestasi akademik di sekolahnya.
“Kami sangat senang dan mendapatkan sambutan hangat disini. Kita menginap di PSSB, dan kami dari ICT bisa belajar pengelolaan keuangan sekolah dari adanya penginapan PSBB. Selain di MAN 3, kita sudah berkunjung ke sekolah lain di Indonesia selama tiga hari ini, menurut saya, ada perbedaan tentang sistem pendidikan yang ada disini dengan Thailand. Dan kami banyak mendapatkan hal positif untuk kemajuan kami kelak setiba di Thailand,” Kata Nayan Tailee, Kepala ICT.
“Di MAN 3, saya melihat siswa MAN 3 sangat disipli, disiplin dalam aturan dan disiplin dalam belajar, kami juga berkesempatan melihat aktivitas siswa yang ada di Ma’had. Mereka benar-benar orang yang haus ilmu. Ini hal yang sangat positif bagi siswa kami yang juga datang kesini,” lanjutnya.
“Suatu saat, kami ingin belajar lebih dekat. Mungkin kita bisa melakukan tukar pelajar atau guru, sehingga ada manfaat yang langsung bisa dirasakan,” tutup Nayan.
Sementara itu, Dr Ahmad Hidayatullah M.Pd menyatakan jika di Indonesia ini pendidikan yang digabung dengan Ma’had adalah role yang sangat positif. Saat ini di MAN 3 Malang punya 753 siswa dengan 438 siswa diantaranya berada di Ma’had dan sisanya tinggal dirumah masing-masing.
“Kami punya tanggung jawab besar. Yaitu selain siswa mampu berprestasi. Kita berkewajiban menciptakan siswa yang mampu hidup bermasyarakat dengan membawa kerukunan dengan seagama ataupun berbeda agama,” kata Ahmad.
Di akhir pertemuan, penjelasan tentang sistem pendidikan Ma’had diterangkan langsung oleh Ketua Ma’had Al Qalam yaitu Ust. Gunawan. Dalam penjelasannya kurang lebih 20 menit, Gunawang menyatakan jika pendidikan di Ma’had sejalan dengan pendidikan yang ada dengan MAN 3 Malang.
“Sejauh ini, konsep ma’had dengan sekolah adalah hal yang sangat positif dan layak dikembangkan untuk membuat generasi islam yang baik,” tutupnya.
]]>“Kesungguhan kalian dalam menjadi guru akan benar-benar diuji ketika praktek,” kata Dr. H. Ahmad Hidayatullah M.Pd.
16 guru PPL ini rinciannya 4 orang berasal dari fakultas Humaniora, sementara 12 orang berasal dari fakultas Tarbiyah. Mereka akan mengajar bidang pelajaran Bahasa Inggris, Fiqih, Qur’an Hadist, Sejarah Islam dan Antropologi.
“Mereka akan belajar mengajar di MAN 3 Malang dengan waktu yang berbeda, untuk fakultas tarbiyah hingga tanggal 7 Maret 2014, sementara untuk fakultas humaniora hingga tanggal 17 Februari,” kata waka Kurikulum, Drs Suwajito.
BERIKUT INI ADALAH FOTO-FOTONYA
Kepala MAN 3 Malang, Dr. H. Ahmad Hidayatullah menuturkan selain dengan SMKA Ma’had Al Hamidiah pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan Sudan University yang tujuannya membina karir siswa bagi mereka yang ingin melanjutkan study ke Perguruan Tinggi. Demikian juga dengan Perguruan Tinggi Indonesia lainnya seperti UGM, UI, dan ITB setahun yang lalu.
“Sedangkan MoU yang dibangun dengan SMKA Ma’had Al Hamidiah Selangor ini merupakan upaya pengembangan wawasan, sebagai cerminan dan perbandingan untuk pembenahan lembaga. Dari situ kita akan mengatahui dimana letak kelebihan dan kekurangan kita untuk segera dibenahi,” kata Ahmad.
Kerjasama dengan pihak Malaysia juga menjadi sebuah upaya membangun hubungan yang lebih baik. Dimulai dari lembaga pendidikan diharapkan dapat membuka wawasan seluas-luasnya bagi Indonesia dan Malaysia untuk membangun kesejahteraan dunia.
“MoU yang sudah disepakati, nantinya dapat direfleksikan kepada program pertukaran guru dan pelajar. Selain itu, berangkat dari hal ini tentu bisa membuat hubungan Indonesia dan Malaysia semakin mesra sebagai mayoritas muslim di rumpun melayu,” tambah Waka Humas Drs. Sukri M.Pd.
]]>Kerjasama ini dituangkan dalam MoU yang ditandatangi oleh dua belah pihak, dengan tujuan pengembangan kualitas madrasah dan sistem pembelajaran di lembaga masing-masing. Penandatanganan kerjasama MoU tersebut meliputi pengembangan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kompetensi profesional, pengembangan program ekstrakurikurer, dan pengembangan riset madrasah.
Kepala Ma’had Hamidiah Pn. Hj Salmah mengatakan dirinya bersyukur bisa hadir di madrasah favorit seperti MAN 3 Malang. Kondisi madrasah di jalan Bandung ini dinilainya istimewa, meski secara luas lebih kecil dibandingkan Al Hamidiah, namun dirinya menyatakan jika setiap ruang di madrasah bisa difungsikan dengan baik.
Menurutnya, fasilitas pembelajaran yang memadai dan sarana madrasah yang komplit menjadi pendukung suksesnya proses pembelajaran dan mempermudah akses informasi sebagai layanan pendidikan.
“Ada banyak hal di madrasah ini yang tidak terdapat di sekolah kami. Ini akan menjadi bahan sharing nantinya saat kami kembali ke Malaysia,” ujar Salma.
Konsep strategi pengajaran para guru di kelas dan semangat belajar para siswa pun juga menjadi hal yang dicermati para guru Malaysia ini. Cara guru mengajar di kelas maupun di luar kelas juga dinilai sangat menarik, sehingga merangsang siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar.
“Kalau cara mengajar saya kira tidak banyak perbedaan, namun disini gurunya kreatif dalam mengajar dan profesional,” urainya.
Jauh-jauh dari negeri jiran, rasanya tidak ingin sedikitpun ada yang terlewati di MAN 3. Apalagi, waktu mereka sangat terbatas. Seluruh area madrasah didatangi dan diperhatikan dengan bimbingan langsung kepala MAN 3, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. Termasuk area ma’had Al Qalam sebagai tempat tinggal 50% siswa MAN 3.
“Gedung ma’hadnya bagus, sarana dan program sehari-harinya sangat mendukung pada kemajuan siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 3, Ahmad Hidayatullah mengatakan jika MAN 3 Malang juga harus terus belajar kepada madrasah yang setingkat dan yang lebih maju termasuk belajar kepada SMKA Ma’had Al Hamidiah. Tidak ada waktu untuk berdiam dan bangga dengan apa yang diperoleh. Karena menurutnya kemjauan tidak terbatas waktu. Selagi ada waktu, berarti ada kesempatan untuk dapat lebih baik.
]]>Ada 24 mahasiswa dari berbagai program pelajaran, dengan rincian tiga akuntansi, tiga ekonomi, enam sejarah, tiga biologi, enam geografi, dan tiga PKN. Kedatangan mereka sendiri didampingi oleh Dr. Nurhadi M.Pd. M.Si dan akan berada di MAN 3 Malang hingg 7 Oktober mendatang.
Diterima oleh Kepala MAN 3 Malang, Dr Ahmad Hidayatullah M.Pd, calon guru itu diberi beberapa pengarahan, termasuk budaya-budaya di MAN 3 Malang. Budaya itu meliputi tata tertib sekolah hingga gaya belajarnya.
“Dalam mengajar, keikhlasan sangat penting untuk menunjang kesuksesan peserta didik. Sebab, ketika kita ikhlas memberikan ilmu, maka siswa akan mudah menyerapnya,” kata Ahmad memberikan nasehat.