Sumber : Surat Pemanggilan Peserta OSN 2015 No: 838/D2/TU/2015 _ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Berada di urutan ke 5 sebagai sekolah dengan peserta OSN 2015 terbanyak merupakan beban berat madrasah khususnya para pembina OSN MAN 3 Malang dalam mempertahankan maupun dalam meningkatkan prestasi ke depan. Oleh karena itu kami selalu memohon doa dan supportnya agar kami diberi kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah … BISMILLAH !
]]>Perwakilan siswa kota Malang ke tingkat Nasional berada diurutan kedua setelah kota Surabaya yaitu sebanyak 12 siswa sedang kota Surabaya 21 Siswa.
Dari 12 siswa perwakilan kota Malang untuk mewakili propinsi Jawa Timur 10 siswa merupakan siswa MAN 3 Malang sedangkan 2 siswa dari SMK St Albertus dan SMAN 3 Malang .
Untuk itu kami pembina olympiade mengucapkan terima kasih atas doa seluruh civitas/ keluarga besar M3M serta para orang tua atas doa dan motivasinya. Dan kami masih berharap memohon doa restu semuanya untuk keberhasilan dan kesuksesan tim olympiade M3M ke tingkat Nasional.
]]>MAN 3 Malang yang tahun ini baru tahun ke 23 dalam mencetak para alumni sejak 10 tahun yang lalu berupaya bergerak untuk meningkatkan kompetensi menjadi sekolah unggul berprestasi dengan berbagai cara yang salah satunya mengikut sertakan siswa/siswi dalam ajang kompetisi baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Tentunya tidak mudah mencapainya, namun diiringi doa dan dengan upaya maksimal dari tahun ke tahun MAN 3 Malang dapat mensejajarkan dengan sekolah favorit yang ada di kota Malang. Dalam perolehan pringkat di Olympiade Sain tingkat Kota tahun lalu MAN 3 Malang mendapatkan predikat “JUARA UMUM” dan tahun ini predikat tersebut diraih kembali dengan lebih baik dari tahun lalu. Semoga yang telah diraih tidak membuat kita jadi takabur dan sombong serta melenakan, namun dapat memberikan amunisi semangat untuk mencapai yang lebih baik lagi.
Berikut ini peta prestasi sekolah yang diperoleh dalam seleksi Olympiade tingkat kota Malang tahun 2015. (mbahmo)
]]>
Apa yang dilakukan keduanya terasa membanggakan karena didapat dari mengalahkan 150 hasil penelitian yang dikirimkan ke meja juri. Penelitian itu berasal dari 287 siswa sekolah dari berbagai tanah air.
Lukman dan Bigy meneliti tentang Depresi ringan. Menurut Lukman, depresi adalah penyakit ringan, tetapi dapat menghambat inovasi.
“Penderita HIV atau Kanker masih bisa berkarya dan berinovasi, namun tidak dengan orang yang depresi, karena kreativitasnya akan terhenti,” kata Lukman.
“Riset yang kami lakukan bisa disebut sebagai keajaiban abad 21. Sebab, sejak ratusan tahun lalu tidak ada satupun ilmuan yang mengklaim secara pasti manfaat dan fungsi racun lebah. Hasil penelitian yang kami lakukan selama tiga bulan memperkuat hipotesis sebelumnya. Bahwa, racun lebah memiliki efek seperti anti depresi,”
Kedua scientis muda dari MAN 3 itu kemudian berharap jika penemuannya dapat menjadi acuan untuk pengembangan obat anti depresi di masa depan. Karena itu, keduanya berkomitmen untuk terus berjuang sampai kasus depresi tidak menjadi penghambat anak bangsa untuk berinovasi.
Selamat!.
]]>Peraih medali di OSN
MAN 3 Malang menyebutkan salah satu indikator untuk menguji kemampuan siswa adalah ajang OSN. Pernyataan itu disebut oleh Wakil Kepala [Waka] bidang hubungan masyarakat [Humas].
Waka Humas MAN 3 Malang Drs. Moch. Jazuli mengatakan peserta didiknya telah menunjukkan kemampuan mereka yang terbaik. Meskipun ia yakin siswanya masih mampu berprestasi lebih baik lagi.
“Input siswa kita yang sudah bagus harus diuji, salah satunya uji potensi mereka dengan sebuah kompetisi, baik KSM maupun OSN,” kata dia.
Jazuli menambahkan untuk memperoleh hasil kompetisi yang baik tentu tak lepas dari dukungan dari semua pihak. Termasuk dukungan pendanaan. Sebab membina siswa dalam kelas olimpiade juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, karena harus mendatangkan pembina yang handal dan profesional serta sarana dan fasilitas yang mendukung pada pembinaan potensi siswa.
Tentu tak hanya untuk kompetesi, upaya pembinaan akademik dengan sarana yang menunjang akan mendukung terhadap kualitas diri siswa secara akademik. Ini dibuktikan dengan rentetan prestasi siswa yang semakin mengalami peningkatan. Apalagi tahun ini, sebanyak 210 siswa-siswi MAN 3 Malang, diterima di 23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di seluruh Indonesia melalui jalur SMPTN.
]]>Yuda Andika dkk, dengan medali dan tropy masing-masing foto bersama kepala MAN 3 Malang Dra. Hj. Binti Maqsudah, M. Pd
Siswa-siswi MAN 3 Malang kembali menyumbangkan medali untuk Kota Malang dan Jawa Timur. Setelah sukses membawa medali dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) akhir bulan lalu, kali ini satu medali perak dan dua medali perunggu disumbangkan melalui ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Medali Perak diraih Rizki Atiananda bidang Geografi dan medali perunggu disumbangkan oleh Yuda Andika Darmawan bidang Ekonomi dengan kategori terbaik 1 dan 2, serta medali perunggu oleh Hilya Aulia Syafa bidang Geografi.
Tiada waktu tanpa berprestasi, seakan bukan sebatas slogan dalam motto madrasah namun sudah menjadi tradisi di lingkungan MAN 3 Malang yang kini sejajar dengan madrasah dan sekolah-sekolah unggulan di Indonesia.
Rizki Astiananda mengatakan OSN telah memberikan banyak pengalaman penting pada dirinya dalam sebuah kompetisi tingkat nasional. Wawasan yang semakin luas menjadikannya termotivasi untuk belajar lebih baik lagi.
“Selain itu juga semakin banyak teman yang dikenal yang tentu tak hanya di Malang, tapi juga berasal dari daerah lain di Indonesia,”ujarnya.
Sementara Hilya Auliya Syafa juga menyampaikan selain ilmu pengetahuan yang tak kalah penting adalah penanaman mental berkompetisi. Pasalnya modal terpenting saat bertanding adalah mental yang kuat. Menurut siswi kelas XII ini, semakin sering mengikuti banyak kompetisi, mental diri juga semakin tertata.
Nikma Farismatur Riza menuturkan, pengalamannya di OSN tahun ini berbeda saat dirinya berkompetisi di ajang KSM. Menurutnya, OSN memiliki tingkat persaingan yang lebih kompetitif. Bersaing dengan siswa-siswi dari lembaga umum dari seluruh Indonesia, bukanlah hal mudah. Banyak persiapan yang harus ditata lebih dulu, termasuk mental dan persiapan akademik.
“Dukungan moral serta doa dari orang tua, guru dan teman-teman adalah kekuatan kami yang tak bisa dikesampingkan,” ungkap siswi yang juga sukses menyumbang medali emas KSM bidang Kimia ini. (Malang Post)
]]>Siswa MAN 3 Malang berprestasi lagi, setidaknya itulah yang terjadi dalam kurun waktu sebulan dari tanggal 17 Februari ke 17 Maret.
Pengukuhan atas prestasi siswa MAN 3 Malang ini dilakukan saat upacara rutin bulanan. Dalam sambutannya, Wakil Kepala MAN 3 Malang dibidang kurikulum mengatakan jika prestasi yang sudah baik ini harus ditingkatk. Sementara siswa MAN 3 yang belum prestasi diharapkan bisa mengikuti jejak rekannya.