Bertemu Penyair: D. Zawawi Imron Reviewed by Momizat on . Pada hari Jumat tanggal 1 Februari 2013, MAN 3 Malang mendapat kehormatan karena salah seorang penyair besar Indonesia berkenan datang ke sekolah ini untuk meny Pada hari Jumat tanggal 1 Februari 2013, MAN 3 Malang mendapat kehormatan karena salah seorang penyair besar Indonesia berkenan datang ke sekolah ini untuk meny Rating: 0
You Are Here: Home » INFORMASI MADRASAH » Bertemu Penyair: D. Zawawi Imron

Bertemu Penyair: D. Zawawi Imron

Pada hari Jumat tanggal 1 Februari 2013, MAN 3 Malang mendapat kehormatan karena salah seorang penyair besar Indonesia berkenan datang ke sekolah ini untuk menyampaikan materi tentang puisi. Beliau adalah D. Zawawi Imron.

2013 02_07_Sastra_4

Penyair yang bergelar “Celurit Emas” ini memberikan ulasan tentang sastra yang islami. Dengan latar belakang keislaman yang kuat—karena beliau tumbuh dan berkembang di pesantren—ulasan beliau mengenai sastra (khususnya, puisi) selalu beliau dasarkan pada kitab suci Alquran.

Ketika Allah SWT menurunkan firmannya kepada manusia, saat itu juga sebenarnya Allah berkomunikasi dengan makhluk ciptaannya yang paling sempurna di muka bumi ini. Bagaimana Allah berkomunikasi dengan manusia? Jawabannya adalah dengan menggunakan bahasa. Dan bagaimana bahasa yang digunakan Allah untuk berkomunikasi dengan manusia dalam Alquran? Bahasanya sangat indah dan sangat santun.

2013 02_07_Sastra_4

Dan di dalam Alquran, Allah memuliakan manusia dengan penggunaan bahasa yang sangat sopan. Jadi, tidak ada alasan bagi manusia untuk menghujat, menjelekkan, menghina, bahkan memfitnah manusia lain karena Allah yang Mahakuasa saja begitu mencintai ciptaan-Nya. Dengan demikian, penulisan sastra yang berkelas adalah sastra yang memuliakan manusia lain, satra yang bernilai adalah sastra yang bermanfaat bagi manusia lain, dan sastra yang elegan adalah sastra yang dapat dinikmati keindahannya dari masa ke masa.

Bapak D. Zawawi Imron lahir pada tahun 1943 di desa Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Beliau mulai terkenal dalam percaturan sastra Indonesia sejak Temu Penyair 10 Kota di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tahun 1982.

Sejak tamat Sekolah Rakyat, beliau melanjutkan pendidikannya di Pesantren Lambicabbi, Gapura, Semenep. Kumpulan sajaknya Bulan Tertusuk Ilallang mengilhami Sutradara Garin Nugroho untuk membuat film layar lebar dengan judul yang sama: Bulan Tertusuk Ilallang. Kumpulan sajaknya Nenek Moyangku Airmata terpilih sebagai buku puisi terbaik dengan mendapat hadiah Yayasan Buku Utama pada 1985.

Pada 1990 kumpulan sajak Celurit Emas dan Nenek Moyangku Airmata terpilih menjadi buku puisi di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Dan menjadi juara pertama sayembara menulis puisi AN-teve dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-50 pada 1995. Beberapa sajaknya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Belanda, dan Bulgaria.

Saat ini, beliau menjadi Anggota Dewan Pengasuh Pesantren Ilmu Giri (Yogyakarta). D. Zawawi Imron banyak berceramah agama sekaligus membacakan sajaknya, di Yogyakarta, ITS Surakarta, UNHAS Makasar, IKIP Malang, dan Balai Sidang Senayan Jakarta. Beliau juga menjadi pembicara di Seminar Majelis Bahasa Brunei Indonesia Malaysia (MABBIM) dan Majelis Asia Tenggara (MASTERA) Brunei Darussalam (Maret 2002).

Pada tahun 2012, beliau juga meluncurkan buku puisinya yang berjudul “Mata Badik Mata Puisi” di Makassar, kumpulan puisinya ini berisi tentang budaya Bugis dan Makassar. Hingga kini, Zawawi Imron masih setia tinggal di Batang-batang, Madura, tanah kelahiran sekaligus sumber inspirasi bagi puisi-puisinya.

Berikut ini adalah daftar karya beilau.
• Semerbak Mayang (1977)
• Madura Akulah Lautmu (1978)
• Celurit Emas (1980)
• Bulan Tertusuk Ilalang (1982; yang mengilhami film Garin Nugroho berjudul sama)
• Raden Sagoro (1984)
• Nenek Moyangku Airmata (1985; mendapat hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K, 1985)
• Bantalku Ombak Selimutku Angin (1996)
• Lautmu Tak Habis Gelombang (1996)
• Madura Akulah Darahmu (1999)
• Lautmu Tak Habis Gelombang (2000)
• Sate Rohani dari Madura: Kisah-kisah Religius Orang Jelata (2001)
• Soto Sufi dari Madura: Perspektif Spiritualitas Masyarakat Desa (2002)
• Jalan Hati Jalan Samudra (2010)
• Mata Badik Mata Puisi (2012)

Acara Bertemu Penyair di Ruang Multimedia lantai tiga MAN 3 Malang ini diikuti oleh kurang lebih seratus peserta dari kalangan siswa, guru, dan karyawan. Acara berlangsung selama tiga jam itu diisi dengan ulasan materi tentang puisi, pembacaan puisi oleh Bapak Kyai D. Zawawi Imron, dan tanya jawab. Sayangnya, antusiasme peserta dibatasi oleh waktu pelaksanaan salat Jumat. Namun, kekecewaan peserta bisa diatasi oleh Bapak Zawawi dengan mengajak seluruh audiens menyanyikan sebuah lagu karya beliau.

Ya nabi salam padamu
Ya rasul salam padamu
Kekasih salam padamu
Shalawat selalu untukmu

Kalau cinta kepada nabi
Baca shalawat kepada nabi
Kalau Allah tak mengutus nabi
Gelaplah jiwa, gelaplah hati

Ya nabi salam padamu
Ya rasul salam padamu
Kekasih salam padamu
Shalawat selalu untukmu*)

Nabi Muhammad utusan ilahi
Wajahnya berseri-seri
Kalau tersenyum bertemu insan
Terhapus sgala kesalahan
*)
Ahklak nabi bagai bunga-bungaan
Harum semerbak tiada tandingan
Wahai nabi wahai sanjungan
Kami senang mengikut tuan
*)

Ya Allah, ilahi Robbi
Kami mohon sepenuh hati
Di alam akhirat nanti
Izinkan kami bertemu nabi

Pada pukul 11.30 WIB acara benar-benar harus ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Bapak Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. kepada Bapak D. Zawawi Imron. Dalam acara penutupan tersebut, Bapak Kepala MAN 3 Malang membacakan puisi yang beliau tulis sesaat sebelum acara penutupan. Dan audien meminta moderator yaitu Ibu Ruly Oktovibrianti untuk mebacakan puisi tentang sosok Sang Penyair. Akhirnya seluruh peserta yang hadir merasa puas karena acara yang sederhana itu benar-benar berlangsung meriah.

2013 02_07_Sastra_4

2013 02_07_Sastra_4

Puji syukur alhamdulilllah, Allah telah menciptakan sebuah kesempatan indah untuk bersilaturahmi dan menimba ilmu dari Sang Maestro Puisi: Bapak D. Zawawi Imron. Semoga Allah mengizinkan kita bertemu kembali dengan Bapak. Amin.

© 2012 MAN 3 Malang P3TIM, didukung oleh Humas