Cerita Empat Emas Di Kompetisi Sains Madrasah 2014

Kebanggaan luar biasa dirasakan civitas MAN 3 Malang, khususnya empat siswanya yang sukses meraih medali emas dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional, (29/8) pekan lalu. Setelah melalui perjuangan yang cukup berat mulai tingkat kota hingga provinsi, akhirnya pada ajang nasional yang dihelat di Makasar ini mereka memperoleh hasil yang terbaik.
Hebatnya, empat siswa yang dinyatakan lolos ke tingkat nasional, keempatnya sukses mempersembahkan medali emas bagi Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang, khususnya madrasah yang mereka cintai MAN 3 Malang.
Maulana Wildan salah satu juara mengatakan, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan emas. Mengingat selain harus menyelasaikan soal-soal yang cukup sulit, ia harus bersaing dengan waktu. Sembilan puluh menit yang tersedia, haruslah cukup digunakan dalam menyelesaikan puluhan soal yang terdiri dari pilahan ganda dan soal esai.
“Medali emas memang jadi target kami, tapi ketika kami tahu bobot soal sedemikian rupa, maka kami pikir saat itu mendapatkan satu kategori terbaik saja sudah bagus. Eh, malah semuanya mendapat medali emas, kami sangat bersyukur,” ungkap putra pasangan dari Agung Saputra dan Enik Gustiyastutik ini.
Bagi Wildan, KSM merupakan ajang kompetisi yang memberikan banyak pengalaman bagi dirinya. Selain menambah ilmu dan memperluas wawasan, penanaman mental merupakan hal sangat penting saat berkompetisi dengan siswa dari sekolah lain. Meskipun demikian, peran guru pembina selama proses pelaksanaan KSM dinilainya merupakan faktor penting dalam meraih kesuksesan.
“Pembinaan guru sudah sangat maksimal, tanpa peran beliau-beliau dan dukungan pihak sekolah rasanya mustahil menjadi juara,” tambahnya.
Sementara, peraih medali emas bidang Matematika Yolanda Hertita mengatakan, dalam berkompetisi diperlukan banyak strategi. Hal ini penting dilakukan karena Kami tak hanya menghadapi soal, tapi juga waktu dan para kompetitor. Untuk itu dalam menyelesaikan soal-soal matematika, ia perlu mengatur starategi salah satunya dengan tidak berlama-lama dalam satu soal yang dirasa sulit.
“Kami harus selesaikan soal yang mudah terlebih dahulu. Sehingga tidak banyak waktu yang terbuang,” ujarnya.
Menilai para kompetitornya Yolanda lebih barsikap objektif. Putri pasangan dari Bambang Suherman dan Tri Hastuti ini menganggap para kompetitor bukanlah lawan yang harus ditakuti atau direndahkan. Namun mereka merupakan pihak yang menjadikan ia dan kawan-kawannya semakin termotivasi untuk berbuat yang terbaik.
“Kami sih sempat minder di kancah nasional, tapi akhirnya Kami sadar bahwa sikap seperti ini malah membuat Kami merasa semakin kecil. Maka kepercayaan diri Kami tumbuhkan kembali sebagai modal untuk memperoleh juara,” jelasnya.
Dua siswa lain yang memperoleh medali emas adalah Nikam Farismatur bidang Kimia dan Nimas bidang ekonomi yang kini juga sedang berhelat di Olimpiade Sains Nasional (OSN). Pembina olimpiade MAN 3 Malang Dra. Wulaida Zuhriyana menyampaikan rasa gembiranya akan prestasi peserta didiknya kali ini. Empat medali emas merupakan hasil yang memuaskan setelah pihaknya bersama siswa-siswi binaannya melakukan perjuangan dari tingkat kota hingga nasional.
“Hasil ini merupakan buah dari usaha yang dilakukan anak-anak, yang didukung oleh para guru khususnya bapak Ahmad Hidayatullah, sebagai bapak olimpiade MAN 3 Malang, yang saat itu masih bertugas sebagai kepala madrasah ini,” tukasnya.
Dibalik medali emas yang diperoleh, Wulaida menegaskan bahwa juara sesungguhnya adalah ketika siswa MAN 3 Malang dapat menginterpretasikan nilai-nilai karakter islam hingga tampak dalam dirinya pelajar muslim yang berkualitas baik intelektual maupun akhlakul karimah. (imm/sir/oci)