Festival Tari Kontemporer MAN 3 2012
“Segala sesuatu pasti membutuhkan seni. Seorang intelek, ilmuan hingga ulama, mereka akan terlihat kaku tanpa memiliki jiwa seni dalam dirinya. Karena itu adanya acara ferstival tari ini sangat baik untuk menumbuhkan jiwa seni dalam siswa MAN 3 Malang”, itulah petika dari sambutan dari Drs. H. Ahmad Hidayatullah M.Pd kepala MAN 3 Malang dalam festival Tari Kontemporer.
Pak Ahmad mengatakan jika acara ini merupakan acara besar, bukan dilihat dari pesertanya yang hanya dari MAN 3 Malang saja, namun lebih karena efek yang ditimbulkan nantinya, sehingga beliau menginginkan siswa MAN 3 Malang memanfaatkan lomba dengan baik untuk memberikan nuansa seni. “Kalian selama belajar juga pasti stres, nah acara ini juga salah satu kegiatan untuk mengurangi stres”.
Dalam Festival tari kontemporer itu, terdiri tidak kurang dari 21 peserta. Mereka adalah antar kelas di MAN 3 Malang. Masing masing peserta akan dinilai dari kekompakan, variasi gerakan, hingga kostum yang akan dipakai. Yang unik ada peran dari guru-guru bidang studi keagamaan yang memeriksa jenis pakaian dan cara berpakaian dari peserta tari MAN 3 Malang.
Guru Agama Memeriksa Baju Dan Cara Berpakaian Peserta.
Dalam perlombaan, masing-masing kelas sangat total dalam menunjukkan aksinya, mereka terlihat berusaha keras menunjukkan yang terbaik. Juri pun juga dibuat bingung untuk menentukan siapa yang menjadi pemenangnya (