Lulus S3, Kepala Madrasah Tenang Hadapi Ujian Desertasi
Kepala MAN 3, Dra. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd kemaren siang pukul 12.05 Wib sudah ada didepan pintu masuk gedung pascasarjana Universitas Negeri Malang. Sebelum masuk gedung pascasarjana UM, nampak wajah beliau terlihat semringah dengan senyum lebar. Mengenakan busana muslim warna putih bermotif bunga, beliau melenggang santai menyusuri gedung pascasarjana tepatnya di gedung H1 115, disana beliau langsung menuju ruang tempat ujian desertasi untuk melihat kesiapan tempat ujian. Jadwal ujian desertasi sendiri dijadwalkan hari Senin, 21 Desember 2015 pukul 13.00 Wib . Sama sekali tak tampak cemas apalagi tegang pada diri Dra. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd, yang saat ini sudah satu tahun lebih menjabat sebagai kepala MAN 3 Malang. Padahal malamnya, tepat pukul 24.00 WIB, Bu Binti bersama keluarga dan rombongan keluarga besar MAN 3 Malang berjumlah 30 orang dijadwalkan pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh.
Ibu Binti memang tak perlu gugup ataupun tegang. Toh, ujian desertasi yang beliau teliti bukanlah barang baru baginya, Sebab sebelum di MAN 3, beliau 7 tahun lebih memimpin lembaga yang menjadi obyek desertasinya, jadi hapal di luar kepala dan tahu persis dengan bahan tugas akhirnya yang berjudul “Model Integrasi Instrumen Penjaminan Mutu Akreditasi BAN S/M Dengan ISO 9001:2008 di MTsN Malang I. Tetapi, kesibukan Ibu Binti Maqsudah sebagai Kepala Madrasah memang membuat kuliahnya sempat agak molor. Namun berkat semangat dan kerja keras akhirnya bisa terselesaikan. “Ini kesempatan terakhir saya, semester ini harus lulus kalau enggak mau drop-out (DO),” ujar beliau sambil tersenyum.
Ujian desertasi Ibu Binti diuji tujuh dosen senior UM , yang Semuanya berlatarbelakang akademisi yang paham betul dengan permasalahan yang dibahas dalam ujian desertasi tersebut. “Secara umum penjelasannya cukup baik, tapi butuh
perbaikan dalam penulisan. Tetapi mohon ada revisi yang kami tunggu maksimal 3 bulan,” kata Prof. Sonhadji berkomentar. Meski sempat awalnya was was akan mendapat pertanyaan dari dosen pengujinya, bu Binti mengaku ternyata setelah mengalaminya, rupanya rasa itu tidak terjadi saat ujian desertasi hari ini. “Alhamdulillah, setelah menghadapi ujian tadi rasa was-was kok hilang begitu saja, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya,” ujar beliau saat keluar dari ruang ujian, sambil menceritakan pada teman-teman S3-nya.
15 menit kemudian, Ibu Binti dipersilahkan masuk kembali oleh penguji dengan membawa keluarga, dan langsung berdiri berjajar didepan para penguji. Kemudian para penguji menyampaikan berita gembira bahwa hasil rapat tim penguji dinyatakan desertasi Ibu Binti Maqsudah dinyatakan “Lulus”, setelah itu para juri mempersilahkan bu binti menyampaikan sambutan, dan kesan setelah mengetahui bahwa ujian desertasinya mendapat predikat “Lulus”, beliau tidak lupa menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada para penguji.
Sementara itu khabar “lulusnya” Ibu Kamad, langsung disampaikan staf humas Sugeng Winarto, S.PdI lewat WA khusus guru, pegawai dan komite,sejurus kemudian langsung dibalas apresiasi luarbiasa dan rasa bangga atas prestasi Ibu Binti dari keluarga besar MAN 3 Malang.