MAN 3 Ikuti Parade Muharram 1437 H Dan Hari Santri 2015
Civitas MAN 3 Malang yang terdiri dari guru, pegawai dan siswa ikuti Parade Muharram 1437 H dan Hari Santri 2015 yang diadakan oleh MUI, Pemerintah kota Malang dan kementerian agama ini mengambil tema “Umat Islam Bersatu, Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Bawah Naungan Pancasila dan NKRI”. sebanyak 1000 orang dari MAN 3 berkumpul menjadi Peserta kegiatan parade ini. Peserta Parade Muharram 1437 H dan Hari Santri 2015 yang diadakan sabtu (14/11) diperkirakan mencapai 40.000 orang.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi, persatuan dan kesatuan untuk meningkatkan solidaritas intern umat Islam di kota Malang, mengokohkan tegaknya amar ma’ruf nahi mungkar demi terwujudnya Malang Bermartabat, serta
memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rute dari parade ini adalah start dari Balaikota Malang menuju Jalan Suropati, selanjutnya Jalan Thamrin, Jalan Dr. Cipto, Jalan Jaksa Agung Suprapto, dan Jalan Basuki Rahmat, kemudian finish di Alun-Alun Kota Malang.
” Peserta Parade Muharram 1437 H dan Hari Santri 2015 berasal dari madrasah 15.000-an orang. Sisanya dari pesantren dan ormas Islam seperti NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, dan lainya,” kata Kepala kantor Kementerian Agama Kota Malang Drs. H. Imron, M.Ag. Dalam parade itu, para madrasah menampilkan kreatifitas simbol keislaman dan juga para santri juga menyajikan beberapa tontonan. Salah satunya pertunjukkan drumband yang dibawakan yayasan Al-
Hayatul islamiyah.Imron mengatakan kegiatan ini bertujuan juga untuk mengenal budaya. Bentuk nyatanya dengan hadirnya siswa beberapa madrasah yang memakai pakaian adat khas Aceh. Selain itu, ada pengenalan budaya timur tengah dengan hadirnya onta buatan bertunggang satu santri.
Wali Kota Malang M Anton menjelaskan, parade yang baru pertama digelar ini merupakan kolaborasi Pemkot Malang, Kantor Kementerian Agama Kota Malang, dan Majelis Ulama Indonesia Kota Malang. “Kegiatan ini layak jadi percontohan
nasional. Sebab, meski persertanya banyak sekali, yakni sekitar 40.000 orang, acara tetap berjalan tertib,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut bisa mendorong masyarakat, terutama para remaja, agar menjauh dari hal-hal negatif. Masih menurut Wali Kota, penggunaan narkoba dan pengonsumsian minuman keras di kalangan remaja bisa ditekan dengan kegiatan-kegiatan serupa.
Walikota Malang juga berharap agar kegiatan yang terselenggara padahari ini dapat meningkatkan eksistensi dalam membangun dan membina serta mengarahkan masyarakat muslim menjadi lebih baik sebagai wujud ibadah kepada
Allah SWT. Kegiatan ini diadakan juga untuk menggali potensi diri melalui minat dan bakat yang dimiliki oleh setiap santri, mengembangkan kreativitas dakwah Islam, menyediakan wahana seni yang positif terhadap masyarakat, serta
menginformasikan nilai-nilai Islam pada masyarakat melalui kreasi seni. Oleh karena itu, diharapkan setelah terselenggaranya kegiatan ini dapat membangkitkan kembali arti pentingnya nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Abah
Anton juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang karena dengan adanya kegiatan ini perjalanannya menjadi sedikit terganggu yang disebabkan adanya pengalihan arus jalan.
Ketua MUI Kota Malang KH Baidlowi Muslich, mengatakan Hari Santri ditetapkan sebagai wujud semangat kejuangan para santri dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. “Parade santri ini diharapkan mampu mewujudkan syiar yang lebih luas,” ucapnya.
FOTO-FOTO LAINYA :