MAN 3 Malang Mendapatkan Tamu Dari Thailand

Dr Anas [memakai kopyah putih] aktif bercengkrama dengan kepala MAN 3 Malang dan unsur pimpinan madrasah.
MAN 3 Malang mendapatkan kunjungan dari sekolah Thailand. Tamu itu berasal dari Hatyaiwittayakarn School, Islamic Integrated Science School [IISS].
Rombongan yang diketuai oleh Br. Anas Saengaree ini datang ke MAN 3 Malang dengan tujuan untuk belajar tentang pengelolaan dan manajemen madrasah yang komplet dengan pendidikan ma’had. Termasuk bagaimana mengelola kurikulum madrasah agar saling berkesinambungan dengan kurikulum ma’had.
“Sekolah kami sangat mirip dengan disini, yaitu ada madrasah lengkap dengan boarding-nya, kami baru berdiri 10 tahun yang lalu. Kami saat ini memang sedang mencari pola pembinaan yang pas. Kami sudah berkeliling di berbagai madrasah di Indonesia dan Malaysia untuk melihat dari dekat bagaimana mereka melakukan pembinaan,” kata Anas membuka pembicaraan.
“Kami mempunyai 600 siswa, selama ini kami memang sudah belajar di Thailand, namun saya rasa pendidikan islam dengan model pesantren disana masih kurang dibandingkan di Indonesia. Di Bangkok sendiri sebenarnya juga sudah ada seperti sekolah dengan boarding. Namun, dimiliki oleh sekolah Kristen sehingga tidak pas diterapkan meski kami juga mengambil beberapa kebaikan dari sekolah di Bangkok itu,”
Diterima langsung oleh Kepala MAN 3 Malang, Dr. Hj. Binti Maqsudah M.Pd, MAN 3 Malang menjelaskan tentang sistem pembinaan di madrasah ini.
“Kurikulum dari madrasah ini disesuaikan dengan program pemerintah, sementara untuk Ma’had kami mendisain agar bisa membantu kurikulum yang ada di madrasah, namun kami juga memberikan materi tentang kajian kitab,” kata Ahmad Tohir Yoga M.Pd memberikan penjelasan mewakili kepala MAN 3.
“Di Ma’had memang belum semuanya tinggal, alias baru 50%, karena terbatasnya tempat. Selain pendidikan akademik islam ala pesantren dengan pengajaran kitab dan akhlak, kami juga mengajarkan kehidupan bermasyarakat, sehingga santri kami nantinya bisa langsung bermasyarakat apabila tidak lagi sekolah disini,”
Pertemuan yang dihelat selama tiga jam itu berlangsung dengan gayeng. Dr Anas dan rombongan juga melihat-lihat bagaimana kondisi ma’had dan kurikulum yang ada.
“Banyak hal yang kami dapat disini,” kata Anas yang mengaku juga sudah berkunjung di Al Izzah Batu dan SMA Lab Malang ini.