MAN 3 Siap Menyambut Peradaban Baru Melalui Pembelajaran Kitab Kuning Reviewed by Momizat on . [caption id="attachment_2435" align="alignnone" width="640"] Para penguji dari para ahli Kitab Kuning. Yaitu KH Chamzawi dari MUI Kota Malang, Kepala Jurusan Ba [caption id="attachment_2435" align="alignnone" width="640"] Para penguji dari para ahli Kitab Kuning. Yaitu KH Chamzawi dari MUI Kota Malang, Kepala Jurusan Ba Rating: 0
You Are Here: Home » INFORMASI MADRASAH » MAN 3 Siap Menyambut Peradaban Baru Melalui Pembelajaran Kitab Kuning

MAN 3 Siap Menyambut Peradaban Baru Melalui Pembelajaran Kitab Kuning

Para penguji dari para ahli Kitab Kuning. Yaitu KH Chamzawi dari MUI Kota Malang, Kepala Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr Faisol Fatawi, serta Deden Muhammad Makhyaruddin, sang juara MTQ internasional di Maroko, 2011

Para penguji dari para ahli Kitab Kuning. Yaitu KH Chamzawi dari MUI Kota Malang, Kepala Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr Faisol Fatawi, serta Deden Muhammad Makhyaruddin, sang juara MTQ internasional di Maroko, 2011

RADAR MALANG KOTA – Para siswa di MAN 3 Malang tidak hanya pandai dalam ilmu umum. Tapi, mereka juga mahir dalam ilmu agama, termasuk membaca kitab kuning (kitab klasik). Itulah yang kemarin ditunjukkan oleh 20 siswa kelas X. Mereka membaca kitab kuning syarah Ibnu Aqil dengan lancar dalam launching program pembelajaran kitab kuning, Sabtu  (15/10/2016).

Kepala MAN 3 Kota Malang Dr. Hj.Binti Maqsudah, M.Pd memberikan sambutan pada peluncuran program kitab kuningin.

Kepala MAN 3 Kota Malang Dr. Hj.Binti Maqsudah, M.Pd memberikan sambutan pada peluncuran program kitab kuningin.

Kepala MAN 3 Kota Malang Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd  menyatakan, mereka yang tampil di podium tersebut sebagai sampel dari peluncuran program ini. ”Artinya, MAN 3 Malang memang sudah siap menjadikan pembelajaran kitab kuning sebagai salah satu program andalan sekolah,” kata Binti.

Kebolehan dalam membaca kitab kuning ini saksikan pejabat dari Kemenag Kota dan Provinsi Jawa Timur

Kebolehan dalam membaca kitab kuning ini saksikan pejabat dari Kemenag Kota dan Provinsi Jawa Timur

Selain unjuk kebolehan dalam membaca kitab kuning, para siswa juga diuji kesempunaan pemahamannya. Untuk itu, telah dihadirkan penguji dari para ahli. Yaitu KH Chamzawi dari MUI Kota Malang, Kepala Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr Faisol Fatawi, serta Deden Muhammad Makhyaruddin, sang juara MTQ internasional di Maroko, 2011, yang disaksikan juga Kepala Kemenag Kota Malang Drs. Imron, M.Ag, Humas Garuda Airlines dan Kasi. Kesiswaan Kemenag Provinsi Jawa Timur Drs. H. Pardi. Hasilnya pun mengagumkan. Sebanyak 20 anak yang yang dites secara acak tersebut, ternyata mampu menjawab dengan tepat, baik dari aspek makna maupun gramatikalnya.

Penandatanganan  launching program kitab kuning ini dilakukan oleh Ketua Komite Ir. H. Nur Kholis dan Kepa MAN 3 Malang serta Kepala Kemenag Kota Malang

Penandatanganan launching program kitab kuning ini dilakukan oleh Ketua Komite Ir. H. Nur Kholis dan Kepa MAN 3 Malang serta Kepala Kemenag Kota Malang

Binti menjelaskan, kalau sebelumnya, mereka tidak berasal dari pesantren. Tetapi mereka sudah mengenal bahasa Arab, meski tidak mendalam seperti anak pesantren. Setelah mengikuti bimbingan dari Ustad Abdur Rahman dari Al-Ghoyah Center, mereka mampu memahami bahasa Arab dengan baik, dalam waktu yang cepat. ”Mereka hanya dibimbing selama 17 hari, namun hasilnya sudah memuaskan,” ujarnya.

Pendidikan bahasa Arab di MAN 3 Malang memang sudah dilakukan intensif sebelumnya, tetapi hasilnya belum maksimal. Binti mengungkapkan, kalau siswanya membutuhkan waktu lama untuk memahami bahasa Arab, apalagi membaca kitab kuning. Dengan adanya program tersebut dan bimbingan langsung dari Al-Ghoyah Center, diharapkan jadi solusi.

Lanjutnya, kelas dalam pembelajaran kitab kuning nanti akan dipilah menjadi dua, kelas pemula dan kelas ahli. Bagi kelas pemula, akan ada 40 jam pembelajaran yang akan ditempuh selama 10 hari. ”Jadi, setiap harinya mereka belajar selama 4 jam,” jelasnya. Untuk kelas ahli, akan menempuh pembelajaran selama 5 jam per harinya selama 2 bulan.

Agar tidak mengusik waktu sekolah, Binti mengungkapkan, pembelajaran dilakukan di luar jam kelas. ”Jadi, waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu,” imbuhnya.

Program ini, Binti menambahkan, juga untuk mengimbangi prestasi yang ada di sekolah. ”Kalau biasanya MAN 3 Malang jago dalam olimpiade, sekarang diupayakan juga jago dalam membaca kitab kuning,” harapnya. Rencananya, 24 Oktober mendatang, siswa terbaik dari uji coba kemarin (15/10), akan dikirim mengikuti lomba baca kitab kuning tingkat provinsi. (kis/c4/lid)

 

© 2012 MAN 3 Malang P3TIM, didukung oleh Humas