Manasik Haji 2014 – Praktek Langsung Pelaksanaan Ala Mekah
Sabtu, (20/9), civitas akademis MAN 3 Malang mengadakan kegiatan Manasik Haji. Acara yang bertujuan untuk memberikan latihan kepada siswa tentang tata cara peribatan Ibadah Haji itu berlangsung meriah.
Tidak hanya siswa, guru dan karyawan madrasah juga ikut serta, oleh bagian Lab Keagamaan sudah disiapkan pakaian ihram untuk guru dan karyawan. Sementara untuk siswa, mereka berkreasi sesuai dengan kelasnya masing-masing. Kreasi ini terbilang unik, sebab terlihat masing-masing kelas berusaha maksimal. Maklum, di akhir sesi panitia menjanjikan hadiah bagi kelas yang terbaik.
Dari keterangan, H. Taufik WAS, LC, MA, sebagai koordinator kegiatan, menyatakan jika pelaksanaan kegiatan manasik ini sebisa mungkin dimiripkan dengan yang ada di Arab Saudi.
“Sebisa mungkin kami menyusun praktek yang mirip dengan tanah suci, termasuk bagaimana kondisi wukuf hingga prosesi urutan pelaksanaanya. Karena itu kami menggunakan haji Tamattu untuk kegiatan ini,” kata sosok yang juga pengasuh Ma’had Al Qalam MAN 3 ini.
Haji Tamattu itu sendiri adalah melaksanakan ibadah haji dengan didahului oleh Umroh. Dinamakan tamattu karena seorang dapat memanfaatkan waktunya untuk menunaikan dua macam ibadah pada bulan-bulan haji dalam satu tahun, tanpa kembali ke negerinya.
Apabila ia sampai di Masjidil Haram, ia melakukan tawaf, kemudian sa’i antara Shafa dan Marwah, kemudian ia menekur, atau memotong rambutnya, minimal tiga lembar. Kemudian ia bertahallul.
Ia sudah diperbolehkan membuka pakaian ihramnya dan memakai pakaian biasa. Ia juga boleh melakukan apa yang diharamkan orang yang sedang ihram sampai Hari Tarwiyah, yaitu hari ke delapan di bulan Dzulhijjah.
Kegiatan manasik itu sendiri berlangsung dengan meriah, dengan arahan dari koordinator, siswa merasakan bagaimana panasnya wukuf di padang arafah. Melempar jumroh, hingga melakukan sa’i.