Menang Di Taekwondo, Untuk Memotivasi Prestasi Lain
Empat siswa MAN 3 Malang beberapa waktu lalu berhasil meraih prestasi dalam bidang olah raga bela diri Taekwondo tingkat Jawa Timur. Satu diantaranya sukses dengan medali emas, yakni Devi Amir Muslim Alamsyah. Selain itu Maulida Fitri Iswari dengan medali perak serta Reksa Akbar Kinasih dan Kinthan Nareswari keduanya meraih medali perunggu.
Dikutip dari Malang Post, Amir sapaan Devi Amir Muslim Alamsyah menyampaikan rasa gembiranya akan prestasi yang diperoleh timnya dalam kejuaraan tersebut. Termasuk dirinya sebagai peraih medali emas, yang sebelumnya memang tidak menyangka dengan prestasi yang membanggakan tersebut.
“Kami sudah berjuang dengan maksimal, jadi apa yang diperoleh semoga dapat berkenan di hati guru dan teman-teman semua,” ujarnya.
Putra pasangan Agus Muslim dan Muslihatul Zucha ini mengaku keaktifan dirinya di program ekstra Taekwondo hanya merupakan olahraga untuk menyehatkan badan sekaligus menjaga diri. Tidak ada tujuan lain yang menjadikan dirinya harus sombong dan sebagainya.
“Malah kalau sombong itu menandakan kekalahan kita sebenarnya. Untuk itu menghargai dan tidak menganggap remeh orang lain, terutama lawan kita adalah sikap pertama untuk menang” jelas siswa kelas X IPS ini.
Sementara itu waka kesiswaan MAN 3 Malang Mujaini, M.PdI mengatakan pihaknya merasa gembira akan prestasi Taekwondo tingkat Jatim untuk kali pertama. Hal ini menjadi sebuah bekal bagi keempat siswa tersebut dalam perhelatan tingkat Jawa-Bali di UNESA pada Maret mendatang.
“Ini menjadi motivasi penting bagi mereka untuk kompetisi di tingkat yang lebih luas. Semoga hasilnya nanti menjadi lebih baik,” harapnya.
Secara terpisah kepala MAN 3 Malang, Dr. Ahmad Hidatullah,M. Pd menjelaskan MAN 3 Malang mempunyai kewajban untuk mengembangkan seluruh potensi siswanya baik dalam bidang akademik, seni, olah raga dan sebagainya. Termasuk olahraga Taekwondo yang seharusnya tiap manusia memiliki potensi dalam bidang ini. Karena merupakan salah satu sunah Rasul yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, seperti halnya olahraga renang, memanah dan berkuda.
“Namun yang lebih penting dalam bela diri ini adalah nilai ketangguhan diri siswa dalam berbagai tantangan global, dan tentunya bukan sebagai potensi yang harus dibangga-banggakan,” tandasnya. (imm/nda)