Olimpiade Sains Nasional Digelar di Mataram, Lombok Reviewed by Momizat on . Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2 September 20 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2 September 20 Rating: 0
You Are Here: Home » Dunia Pendidikan » Olimpiade Sains Nasional Digelar di Mataram, Lombok

Olimpiade Sains Nasional Digelar di Mataram, Lombok

Olimpiade Sains Nasional Digelar di Mataram, Lombok

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2 September 2014.

Pelaksanaan kali ini merupakan yang ke-13 dan melibatkan peserta didik jenjang pendidikan dasar hingga menengah, serta kalangan guru dari seluruh wilayah Tanah Air. Sekitar 1.378 anak, mulai SD hingga SMA, ikut serta dalam Olimpiade ini.

“Sebagai bagian dari program peningkatan mutu pendidikan, pemerintah akan terus menyelenggarakan Olimpade ini setiap tahun, bahkan mendorong keikutsertaan ke tingkat internasional,” ujar Prof Ahmad Jazidie selaku penasihat OSN.

Menurut Jazidie, penguasaan Sains diyakini dapat mempercepat berkembangnya bangsa menuju negara maju dan unggul dalam persaingan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia akan semakin mampu mandiri dalam pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam untuk kesejahteraan bangsa.

“Untuk itu OSN diharapkan dapat menjadi wahana untuk mendorong berkembangnya minat dan motivasi generasi muda terhadap sains,” kata Jazidie. (Baca: Kisah Tewasnya Sang Juara Olimpiade Sains)

Jazidie mengatakan, dengan diterapkannya kurikulum 2013 sejak setahun yang lalu, OSN juga dapat berperan membantu memperluas sosialisasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaannya di seluruh daerah. Dalam hal ini, OSN dapat mengambil peran, misalnya, dengan melombakan metode dan teknik pembelajaran model kurikulum 2013 serta kreativitas lainnya karena kurikulum 2013 menuntut lebih tinggi kreativitas pembelajaran, baik dari aspek partisipasi aktif peserta didik maupun inisiatif guru.

OSN diselenggarakan secara bergiliran dari satu provinsi ke provinsi lainnya. Dengan penyelenggaraan secara bergiliran dari satu daerah ke daerah lainnya, semangat dan prestasi peserta didik dan guru di OSN diharapkan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

“OSN juga membawa pesan betapa pentingnya generasi masa depan Indonesia untuk memiliki kecerdasan secara komprehensif dan berdaya saing, yang dilandasi oleh kekuatan karakter bangsa sebagai bangsa Indonesia yang luhur dan berbudaya,” kata Jazidie.

Dalam pembukaan, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan ajang ini menjadi kesempatan yang tepat untuk menumbuhkembangkan semangat berkompetisi dan berprestasi. “Kegiatan OSN bisa menjadi barometer pembangunan pendidikan nasional,” kata Musliar.

Sumber: Tempo

© 2012 MAN 3 Malang P3TIM, didukung oleh Humas