Outbond Songgoriti Kelas XII Tahun 2015
Outbond Yeayy! Penat dan resah selama UAMBN berakhir sudah. Asyiknya, kakak kelas XII bisa mendapatkan wejangan penyegaran yang berkesan. Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak 3 tahun terakhir ini merupakan fasilitas yang diberikan sekolah untuk kakak kelas 12, jadi tidak dipungut biaya. Outbond diharapkan mampu memberi semangat sekaligus refreshing setelah melewati Ujian Madrasah (UM) dan UAMBN. Agar mengurangi stress menjelang UN.
Salah seorang siswa yang tidak ingin disebut namanya merasakan suasana UAMBN sebenarnya biasa saja. Namun, karena dibarengi embel-embel berstandar nasional menimbulkan kesan menyeramkan. “Menurutku lebih sulit UM. Saat UAMBN pelajaran yang paling sulit itu fiqih,” kenangnya.
BERANGKAT KE SONGGORITI
Sekitar jam 7, rombongan berangkat menggunakan truk tanpa mengadakan pembukaan terlebih dulu. Tiba di lokasi sekitar jam 8 dan acara dibuka langsung oleh Kepala MAN 3 Malang, Binti Maqsudah. Selanjutnya, ada mini games yang dipandu oleh Pak Adi dan Bu Ar. Menurut siswa tersebut, permainan yang ada banyak diulang. “Mungkin guru-guru ingin mengajak nostalgia ke permainan waktu MOS,” ungkapnya. Selain itu, dengan adanya outbond mampu memberikan pengaruh berarti. Karena adanya waktu luang untuk kumpul bersama teman-teman dari kelas lain.
Ia menjelaskan, pada waktu mini game pertama, guru membaur dengan siswa dalam lingkaran besar. Tapi saat kegiatan outbond, Ia menyarankan agar tahun berikutnya guru dan siswa dijadikan satu tim. Jadi, akan terbangun hubungan antara guru dan murid yang lebih erat.
Menurut guru BK MAN 3 Malang, Bu Arbain, menjelaskan bahwa outbond ini berisi banyak game penyemangat untuk menang bersama-sama. “Outbound ini juga bertujuan mendekatkan hubungan guru dengan murid. Karena, semua guru turut mendampingi dan memberi semangat pada peserta outbond kali ini,” tutur beliau.
Games yang terdapat pada outbond kali ini antara lain buldozer, lalu melindungi bom (anggota setiap tim dipilih 3 orang sebagai pelindung bom, sisa orang dari semua tim membuat terowongan, lalu terowongan tersebut boleh memecahkan balon/bom). Kemudian tarung naga dimana semua anggota tim berbaris, yang dibelakang diikat balon dan yang depan boleh memecahkan balon lawannya.
Selain itu, ada pula game mencari harta, terdiri atas 3 anggota tim yang dipilih dan ditutup matanya. Anggota tim yang lain memberi instruksi tempat hadiah yang disebar di seluruh tempat outbond. Terakhir ada permainan pipa bocor. Bu Ar menambahkan, secara keseluruhan tidak ada kendala selama pelaksanaan outbond kali ini. Terkait UAMBN dalam prosesnya tidak terdapat kendala, tapi dari siswa mungkin ada. Seperti sulitnya mengerjakan soal mata pelajaran yang diuji. “Semoga dengan outbond ini, mereka (siswa kelas 12) tambah semangat dan sukses di UN dan SNMPTN,” pesannya.
Shofiya Qurrotu, siswi kelas XII Akselerasi mengaku senang dengan adanya outbond ini. Terlebih setelah UAMBN, ia berpesan kepada adik kelas agar saat ujian tidak stresss. Karena soal, LKS, dan bahan belajar sudah banyak yang difotokopi. “Tetap belajar tekun!,” tutupnya. (Afid/Tim Humas M3M)