Pembinaan Pra Nikah Bagi Remaja 2014
Siswa MAN 3 Malang mendapatkan penyuluhan yang istimewa dari Kementerian Agama Kota Malang, Jumat (18/10). Acara itu adalah ‘Pembinaan Pra Nikah Bagi Remaja 2014’
Dari keterangan Amsiyono SH, SAg, MSy, dikatakan jika kegiatan ini bukan dimaksudkan untuk menganjurkan siswa MAN 3 Malang menikah usai lulus madrasah. Namun lebih kepada membatasi pergaulan lain jenis agar tidak kebablasan.
“Di Kota Malang yang merupakan kota pelajar, angka aborsi terbilang sangat tinggi. Hal ini tentu saja membuat para orang tua cemas. Kami dari Kemenag Kota Malang merasa terpanggil untuk memberikan pembinaan ini, karena kami tidak ingin siswa kami mendapatkan hal yang serupa. Alhamdulillah selama saya di Kemenag untuk mengurusi pernikahan, belum ada siswa Madrasah dari MAN 1 atau MAN 3 yang langsung menikah,” kata sosok yang menjabat Kasi Humas Islam di Kementerian Agama ini.
Amsiyono menjelaskan jika dalam dunia islam, tidak dikenal istilahnya pacaran. Islam juga sangat indah mengatur hubungan lain jenis. Karena hubungan yang sah adalah hubungan yang sudah terikat perkawinan.
“Sebagai siswa, tentu yang paling utama dari kalian adalah mengejar cita-cita. Saya tahu jika di usia kalian dibebani menjadi tugas orang tua misalnya bekerja tentu akan sangat keberatan,” urainya.
Sementara itu, sebagai pemateri dari kegiatan itu adalah Ernawati, dalam materinya, dia terlihat aktif mengajak siswa MAN 3 Malang bicara dari hati ke hati.
“Usia puber memang usia dengan rasa keingintahuan yang cukup tinggi. Dari situ segala aspek tubuh juga ikut berkembang. Meskipun di usia kalian memang undang-undangnya membolehkan menikah, namun dalam pernikahan tidak cukup ijab kabul saja. Ada hal yang lebih kompleks yang nanti bakal dihadapi. Dan itu perlu kematangan,” kata Erna.
Erna juga menjelaskan jika hal yang kompleks yang dialami saat menikah membuat banyak sekali pasangan muda yang harus bercerai di usia pernikahan yang cenderung dini.
“Data menunjukkan jika pernikahan dibawah usia 20 tahun memang banyak gagalnya,” urainya.
Banyak hal yang dibicarakan dalam pembinaan ini. Karena Ernawati juga menjelaskan hubungan lain jenis yang tidak menjurus kepada perbuatan zina. Namun, untuk peningkatan kemampuan diri.