SNMPTN 2015, Bagaimana Persiapannya ?
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNMPTN adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia, selain seleksi mandiri (melalui Ujian Mandiri) serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). SNMPTN diselenggarakan pertama kali oleh Ditjen Dikti tahun 2008 atas jawaban terhadap kisruh yang terjadi di forum rektor PTN se-Indonesia terkait penyelenggaraan SPMB oleh Perhimpunan SPMB Nusantara, yang dianggap tidak sesuai dengan pola keuangan PTN non-BHMN.
Menurut Ahmad Yogi Prakoso yang saat ini duduk di kelas XII Akselerasi, menjelaskan bahwa jalur SNMPTN bisa diikuti oleh semua siswa. Melalui Wikipedia, pada awalnya, SNMPTN terdiri dari dua jalur yaitu SNMPTN undangan (seperti PMDK) melalui nilai rapot dan SNMPTN tulis melalui ujian tulis. Pada tahun 2013, SNMPTN tulis diubah nama menjadi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). dan SNMPTN Undangan kemudian berganti nama menjadi SNMPTN (tidak pakai undangan) dengan kriteria seleksi penerimaan berdasarkan nilai rapot, nilai Ujian Nasional, dan prestasi akademis lainnya.
Selama pelaksanaan SNMPTN ada 2 pihak yang paling sibuk. Pertama, adalah guru BK yang sibuk mengoordinir siswa, pengumpulan data siswa, hingga melakukan input nilai rapor ke PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa). Kedua, siswa itu sendiri yang mana harus melakukan pengecekan nilai rapor yang sebelumnya telah diisikan oleh guru BK. Termasuk memasukkan data pribadi penunjang juga persyaratan bidik misi bagi yang mengikuti program tersebut. Setelah data dirasa benar, siswa bisa mengakhiri proses verifikasi. Setelah diverifikasi, maka data tidak dapat diubah lagi.
“SNMPTN itu jalur yang tidak susah karena hanya modal nilai rapor. Tapi lolosnya sulit terlebih bagi sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag,” tambahnya. Menurutnya, sejak awal sudah harus mempersiapkan untuk proses SNMPTN. Seperti menentukan SMA yang dituju, karena faktor akreditasi dan alumni sekolah menentukan lolos tidaknya siswa dalam SNMPTN 2015. Faktor keberuntungan menjadi salah satu penentu.
Meskipun agak pesimis, Ia menyarankan agar kelak adik kelas XI dan X bisa mempersiapkan nilai sejak semester 1 hingga 5 dengan baik. Jangan mendadak, terlebih mata pelajaran yang terkait dengan jurusan yang akan dituju. Terakhir jangan lupa untuk memperbanyak sertifikat kjuaraan dan meningkatkan kemampuan sesuai bidang yang diminati. Baik tingkat provinsi maupun nasional karena akan menambah nilai lebih. “Jangan khawatir dengan nilai dari sekolah lain, karena sebenarnya nilai kita itu dipersaingkan dengan sesama sekolah. Jadi usahakan untuk menjadi yang terbaik disekolah,” tutupnya. (Afid/Tim Humas M3M)